Kamis, 20 Oktober 2011

Yogyakarta

Pulang ke kotamu, ada setangkup haru dalam rindu
Masih seperti dulu
Tiap sudut menyapaku bersahabat penuh selaksa makna
Terhanyut aku akan nostalgi saat kita sering luangkan waktu
Nikmati bersama suasana Jogja


Di persimpangan, langkahku terhenti
Ramai kaki lima menjajakan sajian khas berselera
Orang duduk bersila
Musisi jalanan mulai beraksi seiring laraku kehilanganmu
Merintih sendiri, di tengah deru kotamu


Walau kini kau t’lah tiada tak kembali Oh…
Namun kotamu hadirkan senyummu abadi
Izinkanlah aku untuk s’lalu pulang lagi
Bila hati mulai sepi tanpa terobati Oh… Tak terobati


Musisi jalanan mulai beraksi, oh…
Merintih sendiri, di tengah deru, hey…
Walau kini kau t’lah tiada tak kembali
Namun kotamu hadirkan senyummu abadi
Izinkanlah aku untuk s’lalu pulang lagi
untuk selalu pulang lagi


Bila hati mulai sepi tanpa terobati, oh…
Walau kini kau t’lah tiada tak kembali
Tak kembali…


Namun kotamu hadirkan senyummu abadi
Namun kotamu hadirkan senyummu yang, yang abadi
Izinkanlah aku untuk s’lalu pulang lagi
Izinkanlah untuk s’lalu, selalu pulang lagi
Bila hati mulai sepi tanpa terobati
Bila hati mulai sepi tanpa terobati
Walau kini engkau telah tiada tak kembali tak kembali
Namun kotamu hadirkan senyummu abadi
Senyummu abadi, abadi…

0 komentar: